"Rasa sesal di dasar hati diam tak mau pergi... Harus kah aku lari dari kenyataan ini... Pernah ku mencoba 'tuk sembunyi... Namun senyummu tetap mengikuti..."
Begitulah lirik lagu Iwan Fals yang selalu ku putar tiap waktu dimana gambaran sebuah masa mulai menghampiri. Di mana layar lukisan menancap di putaran hitam pandangan. Seakan tancapan itu memutar menusuk gambar pandang mata. Bukan hanya mata. Bahkan tancapan itu menyayat hati yang hanya segumpal daging. Mudah rapuh. Dan mudah terkoyak oleh tajamnya bayangan itu.
Ahh... Entahlah. Bayangan itu hadir di tiap sela masa ku. Bayangan seseorang yang tak jua berhenti berputar di sini. Seseorang yang ku sematkan dalam setiap do'aku. Seseorang yang ku ikat dalam sujud panjangku. Seseorang yang jauh di sana. Ber pijak di atas tanah yang tak sama. Namun berada di bawah naungan langit yang sama. Aku dan dia tak terpisah dalam ikatan do'a. Aku dan dia hanya di bentangkan oleh jarak. Jarak yang menguji ke sabaran rindu yang ber padu. Di bawah langit biru semesta membentangkan rindu. HANYA TERJARAK. BUKAN TERPISAH. Syukur, sabar, ikhlas, tawakal. ^__^
| Wonosobo, Mei 2014 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar