Potret masa menyibak dalam hati malam ini. Teringat pada suatu masa. Malam begitu cerah. dengan penyaksian bulan diatas kita. Bahkan bintang pun enggan menyembunyikan dirinya untuk menyaksikan perjalanan yang begitu ramah. Saat bersama, kita menyusuri perbatasan kota. Menuju suatu tempat yang biasa kita sebut dengan "A". Ya, beberapa kali, tempat itu kita singgahi. Memecah rindu yang membuncah. Bahkan tak jua enyah. Kita bernyanyi bersama, berdendang dengan mesra. Tak hirau dengan dingin yang menusuk tiap pori kita. Tak hirau dengan lelah raga kita. Kita berdua, menuju persinggahan bersama. Ya, malam ini aku sedang teringat akan dirimu. Malam ini tak secerah malam itu. Bahkan tak tampak bulan dan bintang yang kita saksikan bersama. Dingin pun semakin menusuk. Dengan lelah akan rindu yang tak jua terpecah. Bahkan lagu yang biasa kita nyanyikan bersama, malam ini harus ku dengar suara penyanyi aslinya, bahkan hanya sekedar suaraku sendiri. Sungguh tak dapat memecahkan celengan rindu kita. Ku tau, Langit. malam kan terus bergulir. Bahkan suatu waktu kan tepat berada dipelataran kita. Namun, tak dapat ku pungkiri. Hati ini meradang akan rindu yang terbuang. Entah kapan kita kan pecahkan bersama. Cerita kita, berdua, bersama.
Biru Langit
Ijinkan aku
membuktikan,,,
Inilah kesungguhan rasa,,,
Ijinkan aku menyayangimu,,,
Inilah kesungguhan rasa,,,
Ijinkan aku menyayangimu,,,