Senin, 02 Juni 2014

Dia Yang meng-UTUH-kan Aku

Nomor   : 03/SPH-HK/VI/2014
Perihal   : Bungkam!

Untuk Langit Biru yang ku rindukan datangnya di hari yang mendung ini... Untuk Langit Biru yang ku nantikan kehadirannya di alam yang sepi ini... Untuk Langit Biru yang ku harapkan kehadirannya di senja menyusul malam ini... Untuk dia yang ada di sana... Di belahan langit milenia...

Senja ini begitu terasa akan heningnya mega di garis langitmu yang biasa menyapa...

Senja ini begitu terasa akan kelamnya ufuk di garis langit yang biasa menyambut mata...

Senja ini begitu terasa akan cekaman gelegar di garis langit yang bisa merengkuh di singgahsana...

Tapak kakinya melekatkan pada masa itu...

Bayangannya mendekapkan pada dimensi itu...

Seakan yang tersisa hanya gambar kenangan yang tak terbenam...
Seakan potret sastra melukiskan kerinduan tanpa hadirnya...

Ya!
Yang tersebab karena dan olehNya aku mencintai dan merindukan hadirnya...

Terbungkam seribus bahasa di bawah langit kelam seorang diri...
Meringkuk mendekapkan tangan dalam badan...
menunduk dan sekujur lemas...
Seakan tidak bernyata...
Seakan tidak bernyawa!

Dentuman gelombang tak seperti biasanya...
Bahkan siutan burung tak lagi terikat mesra...
Gemuruh dalam dada menggebuk raga hingga tiada kata...
Tiada bermakna!

Seolah raga ini terkujur lemah lemas tak kuasa...

Tak kuasa membendung lahar panas di kelopak ini...
Bahkan teriakan ini tak bersuara...
Tak bernada!

Seakan raga ini tak lagi utuh...
Seakan hati ini telah runtuh...

Dia...
Dia yang meng UTUH kan diri ini...
Seakan menghilang dan tak jua kembali...

Tiada layang yang ia selipkan disini...
Tiada kabar!
Tiada Pesan!

Berharap semesta merengkuhnya dalam hangat keamanan dan kenyamanan...

Di bawah Senja ini, do'a terselip untuknya yang ada di sana...
Langit Biru...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar